Santo Fransiskus dari Asisi

Pesta Liturgi · 3 Oktober
← Kembali ke daftar kisah
Santo Fransiskus dari Asisi

"“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu; kemudian lakukan apa yang mungkin; dan tiba-tiba engkau melakukan yang mustahil.”"

Dahulu kala, di sebuah kota kecil bernama Assisi, Italia, hiduplah seorang anak muda bernama Fransiskus.
Fransiskus berasal dari keluarga yang cukup berada. Ia senang bermain, berkumpul dengan teman-temannya, dan menikmati kehidupan. Ia pernah membayangkan dirinya menjadi seorang kesatria yang hebat.
Namun, suatu hari, Fransiskus mulai merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hatinya.
Ia bertanya kepada Tuhan,
"Tuhan, apa yang sebenarnya Engkau inginkan dariku?"
Fransiskus kemudian mulai melihat orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan pertolongan.
Ia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari memiliki banyak uang atau barang. Kebahagiaan juga dapat ditemukan ketika kita berbagi dan menolong sesama.
🏚️ Memperbaiki Rumah Tuhan
Suatu hari, ketika sedang berdoa di sebuah gereja kecil bernama San Damiano, Fransiskus merasa Tuhan memanggilnya untuk memperbaiki rumah-Nya yang rusak.
Fransiskus mulai bekerja dengan tangannya sendiri. Ia memperbaiki gereja-gereja kecil dan membantu orang-orang yang membutuhkan.
Ia juga memilih hidup sederhana dan meninggalkan kehidupan mewah yang dahulu ia nikmati.
Fransiskus berkata bahwa ia ingin mengikuti Yesus dengan sepenuh hati.
🤲 Sahabat Orang Miskin
Fransiskus tidak takut mendekati orang-orang yang miskin dan sakit.
Ia membagikan apa yang dimilikinya dan memperlakukan mereka dengan kasih.
Bagi Fransiskus, setiap manusia adalah saudara dan saudari.
Ia tidak melihat seseorang dari pakaian, kekayaan, atau kedudukannya.
Ia melihat seorang sahabat yang dikasihi Tuhan.
🐦 Sahabat Burung dan Serigala
Fransiskus juga sangat menyayangi alam dan hewan.
Ia sering berbicara tentang kebaikan Tuhan kepada burung-burung.
Suatu hari, Fransiskus mendengar tentang seekor serigala yang membuat penduduk sebuah daerah ketakutan.
Fransiskus tidak datang dengan membawa senjata.
Ia justru mendekati serigala itu dengan damai.
Ia mengajak penduduk dan serigala untuk hidup berdampingan.
Karena kasihnya kepada semua ciptaan, Fransiskus sering disebut sebagai sahabat alam dan semua makhluk.
🌎 Semua Adalah Saudara
Fransiskus mengajarkan bahwa bumi adalah rumah kita bersama.
Ia menyebut matahari sebagai Saudara Matahari, bulan sebagai Saudari Bulan, air sebagai Saudari Air, dan bumi sebagai Ibu Bumi.
Baginya, semua ciptaan adalah hadiah Tuhan yang harus dijaga.
Karena itu, kita tidak boleh sembarangan merusak alam.
Kita dapat belajar dari Fransiskus dengan melakukan hal-hal sederhana:
🌱 menanam dan merawat tanaman,
💧 menghemat air,
🐦 menyayangi hewan,
🗑️ membuang sampah pada tempatnya,
🤲 berbagi dengan teman yang membutuhkan.
❤️ Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Fransiskus tidak menjadi orang kudus karena memiliki banyak harta.
Ia menjadi teladan karena ia belajar mengasihi Tuhan, manusia, dan seluruh ciptaan-Nya.
Ia memilih hidup sederhana, membantu orang miskin, membawa damai, dan menjaga alam.
Fransiskus mengajarkan kepada kita:
"Kebaikan kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi hadiah besar bagi Tuhan."
Jadi, kita tidak perlu menunggu menjadi orang dewasa untuk berbuat baik.
Mulailah dari hal kecil.
Tersenyumlah kepada teman.
Bantulah orang tua.
Berbagilah dengan saudara.
Jangan menyakiti hewan.
Rawatlah bumi.
Karena seperti Fransiskus, kita semua dapat menjadi pembawa kasih dan damai di mana pun kita berada.
🌿 Santo Fransiskus dari Assisi, doakanlah kami agar selalu menjadi sahabat bagi sesama, alam, dan semua ciptaan Tuhan.